Perbedaan Pegadaian Syariah dan Pegadaian Konvensional

(Sumber foto: Bisnis.com)

KampusBit – Sama halnya seperti Bank, Pegadaian juga memiliki 2 sistem yang dioperasikan di Indonesia, yaitu sistem syariah yang anti bunga dan sistem konvensional yang berlandaskan bunga. Untuk saat ini, pegadaian konvensional masih unggul karena banyak masyarakat yang belum teredukasi dengan pegadaian syariah.

Padahal, kalau dilihat dari segi manapun pegadaian syariah sebenarnya jauh lebih menguntungkan bagi nasabahnya. Tapi karena rendahnya persebaran edukasi, masyarakat jadi tidak tahu dan memilih menggunakan pegadaian konvensional.

Apakah kalian juga tertarik menggunakan pegadaian? Bingung mau pakai pegadaian konvensional atau syariah? Atau hanya pengen tahu perbedaannya saja? Apapun alasannya, mengetahui perbedaan kedua sistem pegadaian tersebut akan menguntungkan bagi kalian. Nah, langsung saja silahkan simak perbedaan pegadaian syariah dan pegadaian konvensional berikut ini:

PERBEDAAN

a. Perbedaan Perjanjian Transaksi

Perbedaan mendasar antara pegadaian syariah dengan konvensional adalah terletak pada prinsipnya, dimana prinsip dari pegadaian konvensional adalah profit oriented. Artinya, setiap kegiatan ada ukuran keuntungannya dan harus mendapatkan untung. Jadi tidak mengherankan jika nasabah nanti akan terkena bermacam-macam biaya yang akan menguntungkan perusahaan pegadaian.

Sedangkan pegadaian syariah, prinsip dasarnya adalah rasa tolong menolong. Pegadaian syariah tidak akan mengambil keuntungan dari transaksi gadai menggadai. Jadi, ketika kalian meminjam dengan menjaminkan suatu barang di pegadaian syariah, tidak ada biaya untuk jasa pinjaman tersebut. Kalau begitu gimana pegadaian syariah mendapatkan keuntungan? Nah, sabar dulu, nanti akan saya jelaskan.

Dalam pegadaian konvensional akad atau perjanjian yang dianut adalah perjanjian utang-piutang seperti pada umumnya. Kalian sebagai pemilik utang dan perusahaan sebagai pemilik piutang, dimana kalian tentunya wajib mengembalikan utang tersebut disertai dengan sejumlah bunga yang dibebankan.

Sedangkan dalam pegadaian syariah, dikenal ada dua akad yang dipakai yaitu akad Rahn dan akad Ijarah. Akad Rahn adalah akad untuk menahan suatu harta dari si peminjam yang akan digunakan sebagai jaminan atas pinjamannya. Sedangkan akad Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti pemindahan kepemilikan barang tersebut.

b. Perbedaan Biaya Yang Dibebankan

Biaya yang dibebankan kepada nasabah, artinya darimana saja pegadaian mendapatkan keuntungan dari nasabah. Untuk pegadaian konvensional, umumnya ada dua biaya yang akan dibebankan yaitu biaya bunga dan biaya administrasi. Kalau biaya administrasi sih relatif ya, tidak terlalu berat, tapi yang berat banget itu bunganya.

Dalam pegadaian konvensional, penerapan bunganya bersifat kumulatif dan berlipat ganda. Artinya semakin besar pinjaman yang kalian dapatkan dan semakin lama jangka waktunya, maka bunganya juga semakin besar. Besaran presentase bunganya berbeda-beda, tergantung jenis pinjaman dan barang yang digadai. Serta, biaya pinjamannya juga akan naik setiap 15 hari.

Sedangkan dalam pegadaian syariah, karena menggunakan prinsip tolong menolong maka tidak ada biaya atas pinjaman yang nasabah dapatkan, cukup mengembalikan sesuai jumlah pinjaman. Hanya saja, kalian tetap perlu membayar biaya administrasi.

Biaya administrasi ini berupa biaya penitipan barang yang digadai, biaya pemeliharaan jika memang perlu perawatan, biaya penjagaan, dan biaya penaksiran jika memang diperlukan, serta biaya lain sesuai kebutuhan, misalnya biaya asuransi jika memang barang perlu diasuransikan.

c. Sifat Barang Yang Bisa Digadaikan

Pada umumnya, baik pegadaian konvensional maupun pegadaian syariah sama-sama menerima barang yang sifatnya bergerak. Barang bergerak itu barang yang bisa dipindah-pindah, misalnya emas, smartphone, laptop, motor, mobil, sepeda, dan lain sebagainya. Namun, setahu saya di pegadaian konvensional tidak memungkinkan menggadaikan barang tidak bergerak seperti tanah atau bangunan, sedangkan di pegadaian syariah masih memungkinkan untuk menggadaikannya.

d. Perlakuan Barang Gadai di Akhir Jatuh Tempo

Ketika jangka waktu pengembalian pinjaman telah jatuh tempo dan ternyata nasabah tidak mampu mengembalikannya. Dalam pegadaian konvensional, barang yang digadaikan akan segera dilelang dan hasil dari pelelangan tersebut menjadi hak perusahaan pegadaian, berapapun jumlahnya. Biasanya hasil lelang memiliki nilai lebih besar daripada nilai pinjaman, jadi perusahaan tetap diuntungkan dan nasabah secara itung-itungan akan merugi.

Berbeda kalau pegadaian syariah, jika memang nasabah tidak mampu mengembalikan pinjamannya, barang yang digadai akan dijual. Jika nilai dari penjualan barang tersebut lebih besar dari nilai pinjaman, selisihnya wajib dikembalikan kepada nasabah. Jadi, perusahaan pegadaian syariah hanya mengambil sesuai nilai pinjaman yang diberikan saja, tidak mengambil keuntungan jika terjadi selisih lebih besar.

e. Jangka Waktu Pinjaman

Biasanya untuk jangka waktu jatuh tempo peminjaman baik pegadaian konvensional maupun syariah maksimal sama-sama 4 bulan, tapi bisa diperpanjang beberapa kali. Hanya saja, untuk pegadaian konvensional jika ingin memperpanjang jangka waktunya nasabah harus membawar sewa modal.

Sedangkan pegadaian syariah, nasabah ada kemungkinan diharuskan membayar biaya administrasi tambahan. Tentu jika barang disimpan lebih lama membutuhkan biaya semakin banyak, seperti biaya perawatan, asuransi, dan sebagainya.

MENGUNTUNGKAN YANG MANA?

Setelah melihat perbedaan pegadaian syariah dan pegadaian konvensional di atas, pasti kalian sudah tahu mana yang lebih menguntungkan. Kalau saya pribadi, dengan sangat yakin akan lebih memilih pegadaian syariah agar lebih sesuai dengan tuntunan al-Quran dan sunnah. Selain berkah sesuai dengan syariat agama, secara ekonomi juga lebih menguntungkan dan adil. Tapi keputusan ada di tangan kalian, mau pilih mana? Jika kalian beragama Islam, saya sarankan untuk memilih pegadaian syariah saja!

Oke ya teman-teman semuanya, itulah beberapa perbedaan pegadaian syariah dan pegadaian konvensional. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

 

 

You May Also Like